Jumat, 01 Maret 2013

FF/Sorry I love you/ Chapter 1


Author:     Song soo ri (Indri Septiani)
Title:       Sorry I love you
Starring:   Lee Minho – Shinee
Lee Taemin – Shinee
Sulli – f(x)
Krystal – f(x)
Genre:      Romance
Rating:      Segala usia



Tidak mudah melewati mata pelajaran kalau perasaan tidak tentu. Berjubel rasa penasaran memenuhi benak krystal. Ada saja yang mampu menyita perhatian para yeoja disekolah itu. Dan kali ini, mereka sibuk membicarakan seseorang yang bernama lee taemin. Inikah yang kadang terngiang ditelingan krystal. Namun untuk kali ini, dia kembalikan memutuskan perhatian pada papan tulis yang sudah dipenuhi tulisan. Perlahan mulai yeoja itu menggerakan penanya. krystal menghela napas panjang. Belum habis dipapan tulis dicatat, pulpen dilepas hingga tergeletak diatas buku. Dengan tangan kanan menunggu dagu.
          Huh! namja itu seperti apa sih? Desah hati krystal penasaran. Apa dia mirip dengan Leonardo De Caprio? Ah, mana mungkin mirip! Tapi ….., kok bisa-bisanya orang itu jadi buah bibir yeoja di sekolah ini.
          Entah ada apa, tiba-tiba saja senyum krystal mengembang. Cukup manis terlihat. Tentu saja saat itu ada hal yang membahagiakan mewarnai alam pikirannya. krystal membisu mulai tercengang.
          “minho…,” bisik krystal lirik.
          sulli yang mampu menangkap bisikan itu mengerutkan kening. Saat itu baru saja dia selesai mencatat. sulli lalu memalingkan muka, menatap krystal dalam mulut tetap terkunci rapat.
          “sebenarnya kamu namja baik, tapi …, maafkan aku!’ lanjut krystal.
          “jadi…, kamu udah katakan bila kamu nggak cinta padanya?” Tanya sulli menyambut. Yeoja itu merasa tahu maksud perkataan krystal tadi. Suaranya juga berbisik.
          “eh, krys!! Seru sulli lagi. Kali ini suaranya sedikit keras disertai tangannya mengerak-gerakan tubuh krystal.
          “apa, sull? Sudah bel?” krystal tersentak sadar.
          “ih…, kenapa kamu ngelamun terus sedari masuk kelas tadi?”
          “Apa orang ngelamun itu dilarang?
          “Aniyo. Tapi asal tahu saja, yeoja seusia kita bila sering melamun itu identik sedang kasmaran” tegas sulli
          “Tapi kamu harus tahu juga, itu nggak berlaku padaku”
          “Ah aku nggak percaya!!” ucap sulli
          “Krys…,” bisik Sulli lirih
          “benar kamu sudah memberi tahu minho?”
          Krystal menjawab dengan anggukan pelan.
          “Kapan?
          “Kemarin.” Ulang sulli.
          “Terus respon minho gimana?”
          Krystal terdiam. Dia tersenyum kecut. Raut wajah membiaskan sebuah kesan pedih, tepatnya rasa kasedihan. Krystal menarik napas dalam-dalam kemudian. Desah napasanya halus terdengar.
          “sull…, kulihat bola matanmya berkaca-kaca..”
          “Hoh…! Sahut sulli.
          “Tapi sudahlah krys tidak usah dipikirkan lagi!”
          “nggak bisa, aku terus saja kebayang raut wajah Minho yang sendu itu. Raut wajah itu pertama kali aku melihatnya selama kurung waktu persahabatan kita.”
          “Memang cukup sulit bagi minho untuk menerima kejujuranmu itu. Dia sangat mencintai kamu. Tapi setidaknya hal itu jauh lebih baik dari pada kamu terus-terusan membuatnya berharap sementara kamu tidak mencintainya..”
          Krystal membisu mendengar perkataan sulli itu. Sorot mata krystal menatap sendu.
          “Tenanglah, krys aku yakin… seiring berputarnya waktu minho pasti bisa menerima semua ini” bujuk sulli
          “O iya…, komunikasi kalian gimana?
          “Menyedihkan, sull!”
          “Maksud kamu?”
          “Hubungan kami nggak kayak dulu lagi.”
          “Itu sih sudah pasti. Tapi aku ingin tahu sekarang kaya apa?”
          “setiap ketemu aku selalu merasa nggak enak padanya. Nggak ada senda gurau lagi seperti dulu. Setiap ketemu atau berpapasan kami Cuma saling tegur sapa. Lebihnya disertai saling  melempar senyum tipis.”
          “Berarti …., hingga saat ini kalian nggak pernah ngobrol?”
          Krystal mengangguk pelan. Yeoja itu lalu menunduk sedih.
          “Kalian berdua kekanak-kanakan banget!” grutu sulli.
          “Masa sih Cuma gara-gara nggak terjalin cinta kalian jadi saling sungkan begitu. Huh!
          “Mau gimana lagi, sull, setidaknya aku nggak mau keadaannya begitu. Tapi kenyataannya”. Ungkap krystal sejenak gadis itu menarik napas. “Aapa kamu bisa membatuku memperbaiki hubungan kami?”
          Sulli terdiam. Dipandangnya krystal dalam tatapan lekat. Raut wajah yeoja itu dilihatnya penuh harapan. “Kita lihat saja nanti.”
***
          Begitu waktu istiraha menjelang. Krystal bergegas keperpustakaan. Dia sudah sepakat dengan sulli akan bertemu minho disana. Sementara sulli menjeput minho. Sepanjang teras kelas yang ditelusuri, krystal terus berpikir. Otaknya terus menyusur dan memilih, kiranya kata-kata apa yang akan diucapkan nanti dahadapan minho. Tentu tidak culkup hanya permintaan maaf dia rasa. Tapi yang jelas krystal berkeinginan agar hubungan pertemanannya dengan minho kembali sedia kala. Seperti dulu lagi. Hatinya jujur mengaku, dirinya sudah rindu pada senyum manis namja baik itu.
          Sampai di perpustakaan, krystal menemukan suasana perpustakaan masih lengang. Hanya tampak beberapa siswa yang berlalu lalang di sela-sela rak buku. Itu bukanlah hal yang aneh. Bahakan sudah sangat biasa. Stelah mengisi daftar pengunjung, krystal mulai memilih buku. Begitu dapat yeoja itu mencari tempat duduk yang mengasyikan. Ternyata tempat yang paling menarik hatinya itu hanya dipojok perpustakaan. Buku yang dipilihnya langsung ia buka dan dibaca.
          Sejalan waktu yang berputar, satu dua siswa pengunjng perpustakaan bertambah. Tapi sayang, kebanyakan dari mereka bukan untuk membaca, melainkan ngerumpi tentang merek mobil atau motor, tentang kejelekan guru. Dalam diam Krystal jengkel
          “Annyeong…, boleh aku duduk disini, apa ada yang cemburu?” ucap seorang namja pada Krystal.
          Krystal langsung mengangkat muka, menatap namja yang berdiri didepannya. Tiba-tiba saja kening krystal mengerut. Ada yang aneh dari namja itu ia rasa. Aniyo, tapi wajah namja itu sangat asing. Krystal tidak mengenal wajah itu.
          “Loh, kok kamu diam saja sih?” sambung namja itu. “Apa ada yang aneh?”
          “Ah, aniyo!! Krystal gugup.
          “Boleh aku duduk disini?”
          “Hm.., Aku rasa aku nggak punya hak ngelarang kamu.”
          “Bukan begitu. Aku hanya nggak ingin ada yang cembuuru bila aku duduk didekat kamu.”
          “Rupanya kamu ini namja yang cukup sensitive juga!”
          “Aniyo. Aku hanya nggak kepingin ada yang benci padaku. Aku pindah kesini kan bukan untuk mencari msuh, tapi untuk memperbanyak teman!”
          “Oo, rupanya kamu siswa baru namanya lee taemin itu..”
          “Kamu sudah tahu namaku?”
          “Siapa yang nggak tahu, setiap hari semua yeoja terus membicarakanmu,” tutur krystal sambil mengembangkan senyum kecil. “Chukkae. Kamu disini jadi pujaan yeoja.”
          “Tapi sungguh sayang, aku sudah punya pacar!”
          “O ya…” Sahut krystal cepat. “Disini atau Sekolah lama?”
          “Disini,” jawab namja itu.
          “Waw…, hebant banget! Baru tiga hari masuk disekolah ini, sudah mampu menaklukan hati yeoja. Tapi aku yakin, yeoja itu pasti yeoja genit!”
          “Aniyo, yeoja pujaanku itu, seorang yeoja baik-baik, pintar juga menawan.”
          “O ya, apa aku boleh tahu yeoja itu siapa?”
          “Namanya Krystal”
          “Waeyo?!” cukup tersentak krystal.
          “kenapa kamu terkejut? Aku rasa….., itu bukan nama yang aneh!”
          “Apa kamu terus memperhatikan yeoja itu dari jauh?” Tanya krystal penuh selidik.
          “Aniyo. Tapi aku selalu bertemu langsung”
          Mulut Krystal terkunci rapat jadinya. Keningnya langsung mengerut. Perasaan, sekalipun dia tidak pernah bertemu langsung dengan namja itu. Aniyo, bukan hanya perasaan. Tapi itu pasti. Sekilas krystal memutar otak mengingat-ngingat apa ada yeoja bernama krystal selain dirinya.
          Ah, ini nggak mungkin! Bantah batinya segera. Meski aku nggak kenal-kenal banget sama yeoja disini, tapi sekalipun aku nggak pernah dengar ada yeoja bernama sama dengan namaku. Atau mungkin ada yang mengerjaiku. Atau bisa namja itu hanya mengada-ngada saja. Sok mengaku kenal.
          “Apa kamu benar-benar mengenal yeoja itu?”
          “Maksud kamu apa sih bertanya seperti itu?” taemin balik menanya. “Ya jelas dong! Aku sangat mengenalnya. Bila nggak kenal, gimana bisa aku pacaran dengannya?”
          “Baik kalau kamu sangat mengenalnya, bisa kamu sebutkan cirri-ciri yeoja itu?” atau kamu tahu hal-hal yang paling dia sukai?”
          “Krystal memiliki rambut hitam, panjang, dan lurus terurai. Bibirnya mungil tidak suka dilipstik. Bila tersenyum raut wajahnya tampak anggun dan menawan. Kulitnya kuning keputih-putihan dan bersih. Dia sangat suka mawar merah. Hmm, satu lagi ketinggalan, disekolah ini dia primadonanya!” tutur taemin bagai sudah hapal cukup lama.
          Oo, semua yang disebutkan taemin itu, tak satupun meleset dari cirri-cirinya. Makanya, krystal kembali bungkam. Dia sungguh heran, kok bisa taemin tahu tentang dirinya. Bukan baru kali ini dia bertemu langsung? Berpapasan rasanya tidak pernah. Lantas, dari mana namja itu tahu banyak tentang dirinya?
          Sementara itu, sulli sudah memasuki ruang perpustakaan bersama minho. Tapi ketika baru saja melewati pintu, langkah keduanya seketika terhenti. Mata mereka langsung meyorot tajam menatap krystal yang sedang berduaan.
          Minho berdiri terpaku sambil membisu. Matanya membuka lebar dan sekalipun tak terlihat berkedip. Ada kepedihan memasuki relung hatinya. Dan kepedihan itu tak lain kalau bukan api cemburu. Sebenarnya saat itu ingin sekali dirinya berbuat sesuatu. Bila tidak menghajar namja yang bersama krystal itu, mungkin cukup dengan melintarkan kata-kata kebencian. Tapi minho terus berusaha menahan. Dalam tatapan penuh amarah, dia lalu berbalik. Langsung pergi.
          Menyaksikan hal itu, sulli merasa bersalah. Tapi yeoja itu tak mampu melakukan apa-apa lagi. Semua telah terjadi. Tentu saja kejadian itu akan memperburuk keadaan yang sudah buruk. Peluang memperbaiki hubungan antara minho dan krystal terasa sudah tak ada lagi. Tentu rasa sungkan akan semakin menyelimuti hati mereka setiap bertemu. Sulli menghela napas berat dan terasa pahit. Huh, dasar kekanak-kanakan! Grutu yeoja itu dalam hati.
          Akhitnya, bel tanda waktu istiraha berakhir berdering juga. Krystal yang sedari tadi bungkam seketika tersadar. Dia kemudian bangkit, seraya berucap, “aku duluan ya, taemin!”
          “eh, sebentar! Sebentar!” taemin menyetop krystal yang sudah melangkah. “kamu kan sudah tahu namaku. Jadi…, boleh dong aku tahu namamu…?
          Krystal tersenyum simpul. Sejenak ditatapnya taemin lekat-letak. “Namaku Krystal”
***



#Habis dibaca langsung dikomentnya. hahaa* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar