Author: Song soo ri (Indri Septiani)
Title:
Sorry I love you
Starring:
Lee Minho – Shinee
Lee Taemin – Shinee
Sulli – f(x)
Krystal – f(x)
Genre:
Romance
Rating:
Segala usia
Tidak
mudah melewati mata pelajaran kalau perasaan tidak tentu. Berjubel rasa
penasaran memenuhi benak krystal. Ada saja yang mampu menyita perhatian para
yeoja disekolah itu. Dan kali ini, mereka sibuk membicarakan seseorang yang
bernama lee taemin. Inikah yang kadang terngiang ditelingan krystal. Namun
untuk kali ini, dia kembalikan memutuskan perhatian pada papan tulis yang sudah
dipenuhi tulisan. Perlahan mulai yeoja itu menggerakan penanya. krystal
menghela napas panjang. Belum habis dipapan tulis dicatat, pulpen dilepas
hingga tergeletak diatas buku. Dengan tangan kanan menunggu dagu.
Huh!
namja itu seperti apa sih? Desah hati krystal penasaran. Apa dia mirip dengan
Leonardo De Caprio? Ah, mana mungkin mirip! Tapi ….., kok bisa-bisanya orang
itu jadi buah bibir yeoja di sekolah ini.
Entah
ada apa, tiba-tiba saja senyum krystal mengembang. Cukup manis terlihat. Tentu
saja saat itu ada hal yang membahagiakan mewarnai alam pikirannya. krystal
membisu mulai tercengang.
“minho…,”
bisik krystal lirik.
sulli
yang mampu menangkap bisikan itu mengerutkan kening. Saat itu baru saja dia
selesai mencatat. sulli lalu memalingkan muka, menatap krystal dalam mulut
tetap terkunci rapat.
“sebenarnya
kamu namja baik, tapi …, maafkan aku!’ lanjut krystal.
“jadi…,
kamu udah katakan bila kamu nggak cinta padanya?” Tanya sulli menyambut. Yeoja
itu merasa tahu maksud perkataan krystal tadi. Suaranya juga berbisik.
“eh,
krys!! Seru sulli lagi. Kali ini suaranya sedikit keras disertai tangannya
mengerak-gerakan tubuh krystal.
“apa,
sull? Sudah bel?” krystal tersentak sadar.
“ih…,
kenapa kamu ngelamun terus sedari masuk kelas tadi?”
“Apa
orang ngelamun itu dilarang?
“Aniyo.
Tapi asal tahu saja, yeoja seusia kita bila sering melamun itu identik sedang
kasmaran” tegas sulli
“Tapi
kamu harus tahu juga, itu nggak berlaku padaku”
“Ah
aku nggak percaya!!” ucap sulli
“Krys…,”
bisik Sulli lirih
“benar
kamu sudah memberi tahu minho?”
Krystal
menjawab dengan anggukan pelan.
“Kapan?
“Kemarin.”
Ulang sulli.
“Terus
respon minho gimana?”
Krystal
terdiam. Dia tersenyum kecut. Raut wajah membiaskan sebuah kesan pedih,
tepatnya rasa kasedihan. Krystal menarik napas dalam-dalam kemudian. Desah
napasanya halus terdengar.
“sull…,
kulihat bola matanmya berkaca-kaca..”
“Hoh…!
Sahut sulli.
“Tapi
sudahlah krys tidak usah dipikirkan lagi!”
“nggak
bisa, aku terus saja kebayang raut wajah Minho yang sendu itu. Raut wajah itu
pertama kali aku melihatnya selama kurung waktu persahabatan kita.”
“Memang
cukup sulit bagi minho untuk menerima kejujuranmu itu. Dia sangat mencintai
kamu. Tapi setidaknya hal itu jauh lebih baik dari pada kamu terus-terusan
membuatnya berharap sementara kamu tidak mencintainya..”
Krystal
membisu mendengar perkataan sulli itu. Sorot mata krystal menatap sendu.
“Tenanglah,
krys aku yakin… seiring berputarnya waktu minho pasti bisa menerima semua ini”
bujuk sulli
“O
iya…, komunikasi kalian gimana?
“Menyedihkan,
sull!”
“Maksud
kamu?”
“Hubungan
kami nggak kayak dulu lagi.”
“Itu
sih sudah pasti. Tapi aku ingin tahu sekarang kaya apa?”
“setiap
ketemu aku selalu merasa nggak enak padanya. Nggak ada senda gurau lagi seperti
dulu. Setiap ketemu atau berpapasan kami Cuma saling tegur sapa. Lebihnya
disertai saling melempar senyum tipis.”
“Berarti
…., hingga saat ini kalian nggak pernah ngobrol?”
Krystal
mengangguk pelan. Yeoja itu lalu menunduk sedih.
“Kalian
berdua kekanak-kanakan banget!” grutu sulli.
“Masa
sih Cuma gara-gara nggak terjalin cinta kalian jadi saling sungkan begitu. Huh!
“Mau
gimana lagi, sull, setidaknya aku nggak mau keadaannya begitu. Tapi kenyataannya”.
Ungkap krystal sejenak gadis itu menarik napas. “Aapa kamu bisa membatuku memperbaiki
hubungan kami?”
Sulli
terdiam. Dipandangnya krystal dalam tatapan lekat. Raut wajah yeoja itu
dilihatnya penuh harapan. “Kita lihat saja nanti.”
***
Begitu
waktu istiraha menjelang. Krystal bergegas keperpustakaan. Dia sudah sepakat
dengan sulli akan bertemu minho disana. Sementara sulli menjeput minho.
Sepanjang teras kelas yang ditelusuri, krystal terus berpikir. Otaknya terus
menyusur dan memilih, kiranya kata-kata apa yang akan diucapkan nanti dahadapan
minho. Tentu tidak culkup hanya permintaan maaf dia rasa. Tapi yang jelas
krystal berkeinginan agar hubungan pertemanannya dengan minho kembali sedia
kala. Seperti dulu lagi. Hatinya jujur mengaku, dirinya sudah rindu pada senyum
manis namja baik itu.
Sampai
di perpustakaan, krystal menemukan suasana perpustakaan masih lengang. Hanya
tampak beberapa siswa yang berlalu lalang di sela-sela rak buku. Itu bukanlah
hal yang aneh. Bahakan sudah sangat biasa. Stelah mengisi daftar pengunjung,
krystal mulai memilih buku. Begitu dapat yeoja itu mencari tempat duduk yang
mengasyikan. Ternyata tempat yang paling menarik hatinya itu hanya dipojok
perpustakaan. Buku yang dipilihnya langsung ia buka dan dibaca.
Sejalan
waktu yang berputar, satu dua siswa pengunjng perpustakaan bertambah. Tapi
sayang, kebanyakan dari mereka bukan untuk membaca, melainkan ngerumpi tentang
merek mobil atau motor, tentang kejelekan guru. Dalam diam Krystal jengkel
“Annyeong…,
boleh aku duduk disini, apa ada yang cemburu?” ucap seorang namja pada Krystal.
Krystal
langsung mengangkat muka, menatap namja yang berdiri didepannya. Tiba-tiba saja
kening krystal mengerut. Ada yang aneh dari namja itu ia rasa. Aniyo, tapi
wajah namja itu sangat asing. Krystal tidak mengenal wajah itu.
“Loh,
kok kamu diam saja sih?” sambung namja itu. “Apa ada yang aneh?”
“Ah,
aniyo!! Krystal gugup.
“Boleh
aku duduk disini?”
“Hm..,
Aku rasa aku nggak punya hak ngelarang kamu.”
“Bukan
begitu. Aku hanya nggak ingin ada yang cembuuru bila aku duduk didekat kamu.”
“Rupanya
kamu ini namja yang cukup sensitive juga!”
“Aniyo.
Aku hanya nggak kepingin ada yang benci padaku. Aku pindah kesini kan bukan
untuk mencari msuh, tapi untuk memperbanyak teman!”
“Oo,
rupanya kamu siswa baru namanya lee taemin itu..”
“Kamu
sudah tahu namaku?”
“Siapa
yang nggak tahu, setiap hari semua yeoja terus membicarakanmu,” tutur krystal
sambil mengembangkan senyum kecil. “Chukkae. Kamu disini jadi pujaan yeoja.”
“Tapi
sungguh sayang, aku sudah punya pacar!”
“O
ya…” Sahut krystal cepat. “Disini atau Sekolah lama?”
“Disini,”
jawab namja itu.
“Waw…,
hebant banget! Baru tiga hari masuk disekolah ini, sudah mampu menaklukan hati
yeoja. Tapi aku yakin, yeoja itu pasti yeoja genit!”
“Aniyo,
yeoja pujaanku itu, seorang yeoja baik-baik, pintar juga menawan.”
“O
ya, apa aku boleh tahu yeoja itu siapa?”
“Namanya
Krystal”
“Waeyo?!”
cukup tersentak krystal.
“kenapa
kamu terkejut? Aku rasa….., itu bukan nama yang aneh!”
“Apa
kamu terus memperhatikan yeoja itu dari jauh?” Tanya krystal penuh selidik.
“Aniyo.
Tapi aku selalu bertemu langsung”
Mulut
Krystal terkunci rapat jadinya. Keningnya langsung mengerut. Perasaan,
sekalipun dia tidak pernah bertemu langsung dengan namja itu. Aniyo, bukan
hanya perasaan. Tapi itu pasti. Sekilas krystal memutar otak mengingat-ngingat
apa ada yeoja bernama krystal selain dirinya.
Ah,
ini nggak mungkin! Bantah batinya segera. Meski aku nggak kenal-kenal banget
sama yeoja disini, tapi sekalipun aku nggak pernah dengar ada yeoja bernama
sama dengan namaku. Atau mungkin ada yang mengerjaiku. Atau bisa namja itu
hanya mengada-ngada saja. Sok mengaku kenal.
“Apa
kamu benar-benar mengenal yeoja itu?”
“Maksud
kamu apa sih bertanya seperti itu?” taemin balik menanya. “Ya jelas dong! Aku
sangat mengenalnya. Bila nggak kenal, gimana bisa aku pacaran dengannya?”
“Baik
kalau kamu sangat mengenalnya, bisa kamu sebutkan cirri-ciri yeoja itu?” atau
kamu tahu hal-hal yang paling dia sukai?”
“Krystal
memiliki rambut hitam, panjang, dan lurus terurai. Bibirnya mungil tidak suka
dilipstik. Bila tersenyum raut wajahnya tampak anggun dan menawan. Kulitnya
kuning keputih-putihan dan bersih. Dia sangat suka mawar merah. Hmm, satu lagi
ketinggalan, disekolah ini dia primadonanya!” tutur taemin bagai sudah hapal
cukup lama.
Oo,
semua yang disebutkan taemin itu, tak satupun meleset dari cirri-cirinya.
Makanya, krystal kembali bungkam. Dia sungguh heran, kok bisa taemin tahu
tentang dirinya. Bukan baru kali ini dia bertemu langsung? Berpapasan rasanya
tidak pernah. Lantas, dari mana namja itu tahu banyak tentang dirinya?
Sementara
itu, sulli sudah memasuki ruang perpustakaan bersama minho. Tapi ketika baru
saja melewati pintu, langkah keduanya seketika terhenti. Mata mereka langsung
meyorot tajam menatap krystal yang sedang berduaan.
Minho
berdiri terpaku sambil membisu. Matanya membuka lebar dan sekalipun tak
terlihat berkedip. Ada kepedihan memasuki relung hatinya. Dan kepedihan itu tak
lain kalau bukan api cemburu. Sebenarnya saat itu ingin sekali dirinya berbuat
sesuatu. Bila tidak menghajar namja yang bersama krystal itu, mungkin cukup
dengan melintarkan kata-kata kebencian. Tapi minho terus berusaha menahan.
Dalam tatapan penuh amarah, dia lalu berbalik. Langsung pergi.
Menyaksikan
hal itu, sulli merasa bersalah. Tapi yeoja itu tak mampu melakukan apa-apa
lagi. Semua telah terjadi. Tentu saja kejadian itu akan memperburuk keadaan
yang sudah buruk. Peluang memperbaiki hubungan antara minho dan krystal terasa
sudah tak ada lagi. Tentu rasa sungkan akan semakin menyelimuti hati mereka
setiap bertemu. Sulli menghela napas berat dan terasa pahit. Huh, dasar
kekanak-kanakan! Grutu yeoja itu dalam hati.
Akhitnya,
bel tanda waktu istiraha berakhir berdering juga. Krystal yang sedari tadi
bungkam seketika tersadar. Dia kemudian bangkit, seraya berucap, “aku duluan
ya, taemin!”
“eh,
sebentar! Sebentar!” taemin menyetop krystal yang sudah melangkah. “kamu kan
sudah tahu namaku. Jadi…, boleh dong aku tahu namamu…?
Krystal
tersenyum simpul. Sejenak ditatapnya taemin lekat-letak. “Namaku Krystal”
***
#Habis dibaca langsung dikomentnya. hahaa*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar